Oct 02 2010

Bangkit dari kubur

Published by kangbas under Komputer

Dusty computer

Wew…, tak terasa dua tahun sudah halaman tulisan ini sempat mati dan terkubur. Ya, tidak hanya sekedar pasif, berdebu, tak tersentuh, namun benar-benar mati dan terkubur. Sebenarnya niat apa tidak sih, kok kedengarannya payah sekali, mati sampai dua tahun..

Sejatinya setiap saat banyak gagasan dan pemikiran yang “penting” untuk dicatat dalam tulisan. Entah itu nanti bermanfaat bagi orang lain, atau sekedar jadi alat pengingat untuk diri sendiri. Namun ternyata niat “mulia” itu banyak sekali hambatannya.

Meski sudah memodifikasi waktu, tidak sekedar 24 jam sehari tapi kok rasanya masih kurang saja. Pekerjaan lain, baik karena “diperintah” maupun “suka-rela” datang silih berganti. Nah, seperti biasa kalau sudah ada order kerjaan, maka kepentingan pribadi (nulis di blog) jadi “terlewatkan”. Bukannya mau sok nggaya, tapi sudah jadi kebiasaan (buruk ??)… Continue Reading »

3 responses so far

May 02 2008

Tut Wuri Handayani

Published by kangbas under Opini

Upacara

Pagi tadi sebagai seorang “cantrik yang taat” saya ikut upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional. Tidak seperti upacara yang lain, hari ini pesertanya cukup banyak sampai meluber ke jalanan. Denger-denger gosip, mereka itu takut ditegur pimpinannya jika tidak ikut upacara Hardiknas. Lha wong kalangan pendidikan kok tidak upacara Hardiknas. Saru katanya.

Saya tidak tau dalam benak pikiran mereka. Apakah mereka ikut upacara benar-benar karena kesadaran, atau semata-mata dilandasi rasa takut pada pimpinannya. Bagi saya, melaksanakan sesuatu itu adalah kesadaran. Melaksanakan karena kemauan sendiri, bukan karena orang lain. Tapi mungkin bagi banyak orang ndak begitu pikirannya. Kalau ndak disuruh ya belum tentu mau. Lha disuruh saja kadang-kadang tidak melaksanakan..

Aneh. Orang-orang yang katanya harus digugu lan ditiru, jadi panutan dan teladan, memiliki sikap mental semacam itu. Kalau yang jadi panutan saja bermental semacam itu, lha gimana dengan anak didik mereka? Continue Reading »

6 responses so far

Apr 28 2008

IRPS: Rumah baru, keluarga baru, kegilaan lama

Published by kangbas under Kereta Api, Semarang

Rapat IRPS di Stasiun Poncol

Setelah bertahun-tahun menjadi gelandangan gila sepur kluthuk, akhirnya di hari minggu kemarin, saya diterima di rumah dan keluarga baru. Pak Tjahjono, bapak yang energik dan unik ini mengajak saya untuk bergabung dengan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Semarang . Bukan hal yang mendadak, karena sebenarnya sudah lama saya mendengar dan ingin masuk rumah ini. Ndilalah saja ada kesempatan untuk bertemu. Ndak enak rasanya bertahun-tahun menggelandang, gila sepur kluthuk sendirian. Biasanya kalau banyak orang gila berkumpul, terus dianggap waras-waras saja. Kalau tetep sendirian ya terus saja dianggap gila..

Di keluarga ini berkumpul orang-orang yang gila dengan segala tetek bengek sepur kluthuk. Apa saja yang berbau-bau kereta api pasti bikin mereka kedanen. Bicara soal gila, sebenarnya cukup lama saya gila dan punya beberapa keluarga gila. Beberapa tempo saya ngedan bersama keluarga SBI-info. Dan jauh sebelumnya sudah edan duluan dengan gerombolan linux. Untuk keluarga yang itu, akan saya ceritakan tersendiri, nanti kalau pas tidak kumat gilanya. Continue Reading »

5 responses so far

Apr 27 2008

Mengasah Paku Jadi Jarum

Published by kangbas under Renungan

Putu Wijaya, Mengasah Paku Jadi Jarum
Kompas, Minggu, 27/4/2008 | 23:57 WIB

Tahukah Anda, bagaimana proses yang dijalani Putu Wijaya hingga menjadi teaterawan, sutradara teater dan film dan penulis hebat seperti sekarang ini?

Katanya, dia terinspirasi oleh sebuah cerita China yang dibacanya semasa duduk di bangku SMP. Buku itu berkisah tentang percakapan antara seorang pemuda dan seorang tua yang mengasah paku menjadi jarum.

Alkisah, pada suatu hari pemuda yang sekolah di kedokteran itu bertemu dengan Pak Tua yang sedang mengasah paku. “Aku sedang mengasah paku menjadi jarum,” kata Pak Tua menjawab pertanyaan Si Pemuda, seperti ditirukan pimpinan Teater Mandiri itu dalam acara Dialog Budaya di Universitas Tidar Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (26/4). Continue Reading »

2 responses so far

Apr 27 2008

Freeman yang bukan Preman

Published by kangbas under Opini

Free Man

Freeman. Dari kata inilah muncul istilah preman. Istilah preman selalu terkait dengan konotasi negatif. Penjahat, brutal, kriminal. Namun freeman bukanlah preman.

Menurut Wiki, freeman adalah “one who is not a serf or slave“. Seseorang yang bukan menjadi pelayan atau budak. Seseorang yang menjadi tuan atas dirinya sendiri. Seseorang yang merdeka.

Suatu situasi atau status dimana setiap orang pasti mengidamkannya. Termasuk saya. Situasi dimana seseorang bebas mengekpresikan dirinya. Bebas berkarya. Bebas beraktualisasi diri. Bebas menentukan langkah nasib kehidupannya. Sounds good….

Namun, apa itu bebas? Apa itu kebebasan? Apakah ada kebebasan absolut bagi seorang manusia? Continue Reading »

No responses yet

Next »